Nikmatnya Ngentot Memek Pacar Saat SMA

itil service

Kumpulan Cerita Seks Dewasa Terbaru, Cerita Mesum ABG Hot, Cerita Ngentot Janda Seru, Cerita Panas Tante Girang, Cerita Sex Bergambar 2017 || Nikmatnya Ngentot Memek Pacar Saat SMA.
Baca juga : Rok Mini Membawa Nikmat

Nikmatnya Ngentot Memek Pacar Saat SMA

Reni adalah tokoh utama dalam cerita ini dgn tampilan wanita khas Indonesia berkulit sawo matang, tinggi semampai sekitar 165cm, boleh dibilang langsing, berhidung mancung, bibir mungil merah, rambut ikal melewati pundak sedikit, berdada mungil (bisa dibilang tocil walau kalau digenggam tdk bisa dibilang terlalu kecil ), namun 2 hal yang boleh dirangkum adalah Gurih Gita BerCinta Saat SMA anggun dan manis Rangga adalah mantan kedua Reni yang sudah menjadi kekasihnya semenjak SMA kelas 3 hingga pertengahan kuliah, berbadan hitam besar, jago basket, ehm…kalau boleh dibilang memiliki wajah yang biasa saja.
Nikmatnya Ngentot Memek Pacar Saat SMA
Nikmatnya Ngentot Memek Pacar Saat SMA

Memasuki masa kuliah adalah masa yang menyenangkan untuk semua orang, tak terkecuali untuk Reni dan Rangga yang dianggap sudah cukup dewasa dan bertanggungjawab akan masa depannya. Jika saat SMA mereka harus agak ‘backstreet’ dgn keluarga Reni karena dianggap belum cukup umur, maka saat kuliah mereka sudah mulai di’lepas’ untuk saling antar jemput dan pulang malam dengan alasan…kuliah.

Semester pertama adalah masa awal adaptasi dimana biasanya mereka terikat dengan jam sekolah dan saat ini harus mengikuti jam kuliah yang bisa sudah dipilih berdasarkan jadwal yang tersedia. Dikarenakan beda fakultas, Reni dan Rangga terkadang saling menunggu satu sama lain untuk dapat sekedar bertemu, bercengkrama, dan atau makan bersama. Disaat Reni harus menunggu waktu kuliah berikutnya dan Rangga sedang kosong jadwalnya, terkadang mereka menunggu di kos Rangga dimana….petualangan ini dimulai. Novel Dewasa

Pagi itu tanpa disangka dosen yang mengajar mata kuliah yang Reni ambil sedang kosong karena sang dosen sedang berhalangan, Rangga yang dari pagi sudah suntuk karena harus bangun pagi-pagi menjemput kekasihnya untuk kuliah pagi mendadak tersenyum sambil menawarkan kekasihnya itu untuk mampir ke kosnya sambil menunggu mata kuliah berikutnya yang kebetulan bersamaan dengannya. Reni yang cukup lega dengan absennya dosen killer itu tampaknya tidak ragu mengiyakan ajakan Rangga, mengingat dia malas pulang lagi untuk ganti baju karena dosen killer yang absen itu mengharuskan formal dress bagi para mahasiswa/siswi yang mengikuti kelasnya, pagi itu Reni mengenakan rok span coklat selutut dengan kemeja ketat dibalut cardigans yang membuatnya tampak lebih anggun dan manis.

Dengan motor honda klasiknya Rangga membonceng Reni menuju kosnya dengan pemikiran polos bisa tidur lagi mengingat semalam dia tidur cukup larut bersama-sama teman kosnya menonton bola. Kos Rangga sebenarnya adalah kos khusus cowok namun mengingat sang pemilik sering keluar kota dan menitipkan dengan penjaganya yang merupakan temen nonton bola Rangga, sehingga dia tidak terlalu sulit untuk memasukkan Reni ke kamar…toh pikirnya dia mau tidur lagi dan mungkin Reni mau buka-buka komputer melihat dvd yang kemarin dia sewa atau bermain game.

Sesampai di kos, Rangga memarkirkan motornya tepat didepan kamar kos sementara suasana kos sendiri cukup hening karena kebanyakan penghuni kos sudah berangkat ke kampus atau kerja. Reni yang baru pertama masuk ke kamar kos Rangga nampaknya cukup canggung mengingat biasanya dia hanya bertemu Rangga diruang tamu depan yang memang diperuntukkan untuk bertamu. Kamar kos Rangga tidak terlalu besar namun cukup nyaman, ada satu buah kasur, lemari, meja belajar dan kursi yang agak berantakan khas kamar cowok.

Rangga langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur berusaha untuk membayar hutang tidurnya sementara naluri kewanitaan Reni muncul untuk membereskan buku-buku dan cd yang berserakan. Tak sampai sepuluh menit Reni sudah sedikit membereskan ‘kekacauan’ kamar Rangga dan duduk didepan komputer untuk bermain mini game untuk mengisi kekosongan waktu. Rangga tampaknya tidak benar-benar tertidur mengingat dia juga tidak mau kekasihnya bosan menunggu beberapa jam untuk kembali kampus, saat Reni sedang asik bermain, tiba-tiba Rangga berdiri memeluk Reni dari belakang, Reni yang sdg duduk asik bermain game sempat kaget namun kembali melanjutkan permainannya. Rangga yang dalam posisi berdiri memeluk Reni yang sdg dalam posisi duduk dari belakang, punya keleluasaan untuk mengusap payudara mungil Reni yang berbalut kemeja dan cardigans,

Reni agak cuek karena pacaran mereka dari SMA memang sebatas maen raba, french kiss, HJ atau petting dalam kondisi berpakaian. Melihat kekasihnya yang tampaknya sudah ter’biasa’ dengan aksinya, Rangga semakin agresif mengusap dan meremas lembut payudara mungil Reni…ketika hasrat tak tertahan, Rangga menarik Reni berdiri…memutar badannya sehingga berhadapan dan melumat bibir indah Reni. Bibir mereka saling bertemu dan sesekali lidah nakal Rangga memasuki rongga mulut Reni…berkeliaran dengan nakalnya, sementara kedua tangannya meremas pantat bulat Reni yang terbalut rok span warna coklat. Beberapa saat mereka melakukan french kiss sudah cukup untuk membakar gairah muda yang menggelora…

Rangga membalik tubuh Reni dan kembali memeluknya dari belakang, namun kali ini dilakukan didepan kaca sambil sesekali dia melihat ekspresi wajah Reni saat payudaranya diremas lembut kedua tangan besarnya itu, Reni mendesah pelan…apalagi ketika merasakan tonjolan menekan pantatnya…sensasi petting yang sering dirasakan Reni! Dengan perlahan Rangga membuka cardigans Reni, melemparkannya sembarang ke pojokan kamar…dan dengan napas memburu, membuka satu persatu kancing kemeja Reni dari belakang tubuh Reni sambil menatapnya melalui pantulan kaca. Kancing kemeja itu satu persatu terbuka, dan dengan lembut Rangga menyibakkan kemeja Reni namun tidak melepaskannya…sehingga terlihat bagian depan tubuh Reni yang hampir telanjang. Dari pantulan kaca, sebentar dia memandangi perut Reni yang mulus dan rata serta payudara mungil yang terbungkus bra warna krem…

Rangga mencium cuping telinga Reni sambil berkata “I Love You”…kata klise yang mampu mendobrak pertahanan wanita yang sedang mabuk cinta. Sambil menciumi bagian belakang telinga Reni dan sesekali tengkuknya, kedua tangan Rangga aktif mengusap perut rata Reni sambil sesekali meremasi payudara Reni yang terbungkus bra krem berenda tersebut. Reni mendesah, menggigit bibir bawahnya sendiri saat lidah Rangga menyapu tengkuknya yang dipenuhi bulu-bulu halus. Kedua tangan Rangga yang terus meremasi payudara Reni yang masih tertutup bra tampaknya tak sabar lagi untuk memilin puting susu dan meremasi tanpa ada halangan apapun…dan dengan satu sentakan, cup bra Reni dinaikkan keatas sehingga payudara mungil Reni mencuat keluar dengan puting susu coklat kemerahan yang mengeras.

Secara kasar Rangga memelintir puting susu indah itu sehingga Reni menjerit kecil…memaksa Rangga meminta maaf dengan kecupan lembut di pipi kiri Reni (Posisi Rangga msh dibelakang Reni dan mereka masih sama-sama berdiri didepan kaca). Interupsi kecil itu memaksa Rangga mengalihkan tangannya ke bagian restleting rok span Reni yang berada dibelakang….dia berusaha meloloskan rok span itu dan membuka ikat pinggang kecil yang dikenakan Reni. Rangga memaksa diri untuk tidak melakukan hal yang lebih lagi ketika dia berhasil membuka rok span Reni…dia memilih untuk melepas kemeja Reni yang sdh terbuka kancingnya sehingga Reni hanya mengenakan cd dan bra berdiri didepan kaca…

Rangga melihat tubuh indah kekasihnya dari pantulan kaca sambil berkata “I Love You” kembali…kata-kata sakti yang membuat Reni luluh…pasrah tak bisa melawan kehendak nafsu yang ada. Rangga menyibakkan rambut Reni dan menciumi punggung halus Reni sambil membuka kaitan bra…tak seberapa lama kaitan itu terlepas dan dengan sabar meloloskan bra krem berenda itu dari tubuh Reni. Rangga memilih untuk tidak melihat tubuh bagian atas Reni yang sudah telanjang dari pantulan kaca namun meneruskan membuka cd Reni sambil menciumi punggungnya dari atas hingga kebagian pinggang tepat diantara belahan gundukan padat pantat Reni. Dengan posisi telanjang penuh, Reni sedikit gemetar mengingat udara pagi itu cukup dingin, namun dia hanya dapat memejamkan mata menunggu sensasi berikutnya yang terjadi…

Jantung Rangga berdegup kencang ketika memandang tubuh polos kekasihnya untuk pertama kali melalui pantulan cermin…dengan perlahan Rangga membuka celana panjang dan cdnya sendiri sehingga penis hitam besarnya mengacung bebas dengan arogan…kembali Rangga memeluk Reni yang masih berdiri terpaku didepan cermin sambil ‘menyelipkan’ penisnya diantara kedua belah bongkahan pantat Reni…digesekkannya perlahan sehingga menimbulkan campur aduk antara ngilu, geli dan nikmat…tangan kanannya mengusap rambut kemaluan Reni yang tidak terlalu lebat sambil sesekali jari tengahnya menyentuh klitoris Reni.

Reni mendesah merasakan sensasi petting tanpa sehelai benang pun menutupi kemaluan mereka berdua…vaginanya terasa geli kenikmatan menerima gesekan-gesekan lembut penis hitam besar milik Rangga dengan urat-urat yang menonjol keluar….sementara klitorisnya terangsang sentuhan-sentuhan nakal jemari Rangga. Desahan demi desahan sambung menyambung tatkala kemaluan mereka saling bersentuhan skin to skin…tangan kiri rangga menggenggam kuat payudara kiri Reni sambil sesekali memelintir puting susunya dengan lembut dan terkadang kasar. Rangga menciumi bahu, pundak, leher Reni sambil terus membisikkan kata-kata sakti “

I Love You”…dan setelah beberapa menit Rangga berbisik “membungkuk dikit sayang…”, Reni hanya menurut pasrah sambil kedua tangannya bertopang pada sisi kanan dan kiri kaca didepannya….sesungguhnya dia antara sadar dan tidak sadar mengikuti kemauan kekasihnya itu, dan saat Reni merasa benda bulat hangat yang cukup besar sudah berada didepan bibir vaginanya, dia tersentak dan spontan berbalik ke arah menghadap Rangga sambil berkata “Enggak…jangan sekarang, dulu kita sudah komit tdk mau ML sebelum resmi…dan kamu sudah menyanggupinya…”, kedua tangan Reni sedikit mendorong tubuh Rangga untuk agak memberi ruang bagi keduanya…”Iya sayang, aku serius sama kamu…aku ga akan lari dari tanggung jawab”, begitu gombalnya jawaban Rangga.

Reni tetap menolak dan berusaha memungut pakaiannya yang berserakan dilantai kamar kos itu…namun dengan cepat Rangga mencengkram kedua pergelangan tangan Reni dan menghempaskan tubuh polos kekasihnya itu keatas tempat tidur…Reni terjatuh telentang dan mencoba berontak, namun cengkraman tangan Rangga yang kuat dan besar membuat usahanya sia-sia..”Rangga! Aku gamau!”, rengek Reni memohon kepada kekasihnya yang terkenal cukup temperamen dikalangan teman-temannya. Rangga menindih Reni sambil mencari sesuatu untuk menahan rontaan tangan Reni yang cukup menyulitkannya untuk menuntaskan aksinya…dan dia mendapati ikat pinggang Reni yang akhirnya digunakan untuk mengikat kedua tangan Reni…kedua tangan Reni terikat dipergelangan dan disangkutkan kepinggir besi tempat tidur, sehingga posisi Reni terlentang sementara kedua tangan terikat keatas…

Reni mencoba untuk berteriak, namun dengan sigap tangan kanan Rangga membekap mulutnya sambil berkata “ga usah teriak sayang, kamu ga malu nanti ketauan anak kos yang lain lg bugil begini? Aku serius sama kamu…” Entah terbuai atau pasrah dengan kondisi yang ada, Reni menahan diri untuk tidak berteriak namun agak sedikit terisak…sementara Rangga mulai melakukan aksinya….

Dimulai dari kecupan lembut dibibir yang lama-lama semakin kasar, melahap seluruh bibir Reni, menciumi leher jenjangnya dengan dibumbui jilatan-jilatan buas yang mau tidak mau membangkitkan gairah Reni juga. Tidak ada satupun yang luput dari wajah dan leher Reni dari sapuan mulut buas Rangga…sementara kedua tangannya meremas kencang kedua payudara mungil Reni hingga menyisakan puting susunya yang semakin mencuat kencang…sejenak Rangga berhenti melakukan aksinya, memegang penis besarnya sendiri lalu duduk disamping kepala Reni sambil menjambak rambutnya menyorongkan mulut Reni untuk mengulum penis besar hitamnya itu…

Reni berusaha untuk tidak membuka mulutnya namun dengan paksa Rangga terus menyodokkan penisnya sehingga bagian kepalanya masuk sedikit didalam mulut Reni…dengan satu sentakan, Rangga menyodokkan dengan paksa penisnya kedalam mulut Reni…agak sedikit nyeri terkena deretan gigi Reni, namun terasa hangat ketika hampir setengahnya sudah masuk! Pelan-pelan Rangga mengocokkan penisnya dalam mulut Reni…walau tidak dapat masuk sepenuhnya namun sensasinya sangat luar biasa mengingat baru pertama kali Reni melakukan blow job walau dengan sedikit terpaksa. “Nikmati saja sayang, spt saat kamu menghisap permen lolipop kesukaanmu”, desah Rangga membujuk kekasihnya yang mulai menitikkan air mata…Reni hanya dpt terpejam dan mencoba menikmati kemaluan Rangga yang terlalu besar untuk mulutnya dan sedikit berasa asin…apalagi saat ada sedikit cairan keluar dari lubang penis itu.

Beberapa kali Rangga bergejolak dan menahan kocokannya, dia berusaha menahan agar jangan sampai orgasme terlebih dahulu….dengan cepat dia menarik penisnya dari mulut Reni lalu merangsek keantara paha Reni, membukanya lebar-lebar sambil memegang kedua lutut Reni….vagina Reni terpampang jelas dihadapannya, dengan rambut kemaluan yang tdk terlalu lebat dan tdk terlalu tipis, bibir vagina yang merekah merah berkilatan cairan kenikmatan…dan yang lebih membuatnya bergairah adalah klitoris Reni yang tampaknya sedikit mengeras karena rangsangan-rangsangan paksa yang dibuatnya.

Tanpa berkata-kata lagi Rangga segera menjilati klitoris Reni sambil menggigitinya pelan-pelan…sesekali dia menghisapnya seperti saat menikmati puting susu Reni…”Arrrggg Rangga…apa yg kamu lakukan…arrgggg geliiiii…” Reni meracau sendiri…Rangga yg sadar bahwa kekasihnya mulai menikmati kondisi yang ada semakin aktif melancarkan aksinya…mengulumi klitoris Reni, menjilati bibir vaginanya…naik kepusar lalu menerkam kedua payudara Reni dengan rakusnya! Dia benar-benar mencengkram kedua payudara mungil nan sekel itu, sehingga puting susunya mencuat dan lebih mudah dilahapnya…entah berapa menit dia menikmati payudara Reni sehingga timbul memar-memar dibawah payudara dan sekitar puting Reni.

Rangga menindih tubuh telanjang Reni dan siap mengarahkan penisnya ke lubang vagina Reni…”Rangga…jangan please…aku belum mau ngelakuin itu…”, pinta Reni dengan wajah memelas…Rangga terus mengarahkan penisnya ke arah lubang kenikmatan Reni….Reni sendiri sudah merasakan kepala penis Rangga berada tepat didepan lubang vaginanya yang masih rapat itu! Rangga berusaha pelan-pelan mendorongnya…dan setiap dorongan membuat Reni menjerit kecil…senti demi senti…Rangga merasakan seluruh kepala penisnya sudah masuk dalam lubang vagina Reni…namun cukup sulit memang mengingat ini pertama kali buat mereka berdua melakukannya….

Reni meronta-ronta mencoba melepaskan ikatan tangannya sambil mencoba menggoyangkan tubuh polosnya yang ditindih badan besar Rangga….dia merasakan nyeri yang luar biasa dilubang vaginanya saat kepala penis besar itu sudah mulai masuk. Rangga agak kesulitan untuk mendorongnya lebih dalam karena rontaan kekasihnya itu…dgn agak kesal dia memegang kedua paha Reni dan membentangkannya lebar-lebar sehingga memudahkan langkah selanjutnya untuk memasukkan seluruh penisnya kedalan vagina Reni…
“Rangga…please jgn dimasukkin….kamu sudah janji kan?”, rengek Reni….”Kenapa sayang? Sakit ya memeknya? Kamu nikmatin aja….nanti memekmu akan terbiasa…”, jawab Rangga sekenanya….
Usaha Rangga menerobos lebih dalam lagi cukup sulit…namun dengan satu sentakan

cepat….blesssssss! Tiga perempat penisnya sudah masuk kedalam liang vagina Reni….dia membiarkannya beberapa saat lalu mulai mengocokannya pelan2….”Ahhhhh..Reni…memek kamu enak sekali…sempit dan hangat….tititku geli!”….racau Rangga sambil memegang kedua paha Reni agar terbuka lebar sambil mengocokan penisnya. Reni yang mulai kehabisan tenaga dgn keringat bercucuran…dan memar sana sini didaerah dada, payudara, perut bekas cupangan Rangga hanya menggigit pelan bibirnya sendiri sambil menahan antara sakit dan nikmat yang datang bersamaan! Rangga tahu bahwa kekasihnya itu mulai menikmati ‘perkosaan’ yang terjadi…

pelan2 dia melepaskan cengkraman kedua tangan besarnya dikedua paha mulus Reni….menyusuri dada Reni dengan kecupan-kecupan lembut yang diakhiri dengan lumatan penuh kasih dibibir sementara kedua tangannya melepaskan ikatan tangan Reni….sambil terus mengocok-ngocok pelan vagina kekasihnya dgn penis besar hitamnya itu! Setelah tangan Reni terlepas, terlihat memar bekas jeratan karena kuatnya ikatan itu…Reni tidak melawan lagi, dia sudah tidak berdaya…apalagi ketika Rangga membalikan tubuh telanjangnya…dan memposisikan tubuh Reni utk telungkup dan menaikan pantatnya utk sedikit nungging…dia hanya pasrah dan merasakan sentakan demi sentakan penis besar Rangga menghujam liang vaginanya, entah sudah berapa kali dia merasakan orgasme….

Rangga menyetubuhi Reni dari belakang dan sesekali menekan dalam-dalam penisnya sambil meremas kuat-kuat payudara mungil Reni dari belakang sehingga bertambah merah…kontras dengan kulitnya yang halus sawo matang. Tiba-tiba tubuh Rangga bergetar dan mencabut penisnya dengan cepat! Dan Reni merasakan cairan kental hangat membasahi pantat bulat dan sebagian punggungnya…”Arrggggghhh Reni….nikmat sekali memek kamu sayang!”
Rangga membersihkan spermanya yang berceceran ditubuh kekasihnya itu dan tiba-tiba dia tersadar….kenapa tidak ada darah yang keluar?

Tamat

Situs cerita sex 2017, cerita dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, cerita xxx terbaru, cerita sex dewasa, cerita dewasa bugil, cerita abg dewasa, cerita abg ngentot, cerita tante sex, cerita ngentot, cerita seks sedarah, cerita bokep, sex ditempat umum, cerita sex anak, cerita sex hot, cerita hot janda, cerita sex ibu, cerita sex sedarah, cerita sex terbaru, cerita hot dewasa, cerita dewasa tante, cerita dewasa panas, cerita sex mesum.

itil review