Cerita Ngentot Teman Kost Pacarku

itil service

Kumpulan Cerita Seks Dewasa Terbaru, Cerita Mesum ABG Hot, Cerita Ngentot Janda Seru, Cerita Panas Tante Girang, Cerita Sex Bergambar 2017 || Cerita Ngentot Teman Kost Pacarku. Baca juga kisah menarik sebelumnya yang tak kalah seru untuk di baca : Cerita Dewasa Legitnya Memek Pramugari.

Cerita Ngentot Teman Kost Pacarku

Hubunganku dengan Merry kekasihku sungguh sangatlah bebas sekali. Karena Merry kos ditempat yang bebas aku jadi masuk atu keluar kos Merry sesuka hatiku sendiri. Bahkan aku sering nginep kos Merry kalau nafsuku sudah gak bisa aku tahan lagi, dan selama semalaman aku memuaskan nafsuku bersama Merry kekasihku yang paling HOT.
Cerita Ngentot Teman Kost Pacarku
Cerita Ngentot Teman Kost Pacarku

pagi itu aku datang dikoas Merry, namun setelah sampai sana aku lihat kos sepi sekali dan aku pun langsung masuk kamar Merry karena aku juga membawa kuncui kamar Merry sendiri. Namun setelah masuk kamar Merry aku lihat kamarnya sangat sepi. Aku pun merasa jengkel karena pada pagi itu aku sangat nafsu sekali dan aku ingin meluapkannya pada Merry. Aku pun sejenak tiduran sambil menahan rasa jengkelku ini.

Belum sampai lima belas menit aku tiduran tiba-tiba pintu kamar yang nggak aku kunci terbuka. Okta dengan celana pantai dan kaos dagadunya sudah menerombol masuk ke kamar Merry.

“Hai mas,… sedang apa ?” si Okta teman sekost nya Merry datang, wah si Okta nih pasti minta tolong ngetik lagi.
“Minta tolong dong mas,…” pintanya sambil berganyut di daun pintu. Aku pura-pura nggak mau

“Aduh,.. aku bener-bener capek sekarang Ta,… kalau kamu sendiri mau pake komputer ini pake aja” Okta memonyongkan bibirnya, aku tahu dia nggak lancar ngetik maklum nggak sering make komputer.

“Tolonglah mas,… aku nggak bisa ngetik lancar nih apalagi ini banyak rumusnya, bisa-bisa dua lembar selesai dua hari “. Memang sih kalo MSWord pake rumus mesti klak-klik terusan ngerjakannya.

“Kamu bawa ke rental saja deh, ntar disana ada kok yang mau ketikin”.
“Penuh,… besok sudah harus dikumpulin” jawabnya singkat.
“Duh mahasiswa, kebiasaan pake acara dadakan tuh,… Oke aku ketik tapi nanti kamu harus pijitin aku. Bagaimana ?” aku mengajukan penawaran.
“Nanti kalo ketahuan Merry ?” Okta memandang langit-langit dan aku memandangi pahanya.
“Enggak,… kan Merry lagi ke Bromo”

Singkatnya penawaranku diterima dan aku langsung ketik naskah punya Okta. Baru dua paragraf aku ketik, aku jadi teringat kalau aku juga pernah ketik naskah semacam ini untuk Merry. So jadi tinggal Copy dan Paste lalu Edit sedikit dan selesai.

“Di print sekalian nggak nih Ta ?” tanyaku pada Okta yang malah asik bolak-balik majalah punya Merry.
“Lho kok cepet sekali, nggak ada yang salah ketik apa ?” ia bangkit dan mendekat ke arah monitor memeriksa naskah itu. Okta agak membungkuk membaca hasil ketikanku di monitor. Eh ada kesempatan baik, leher kaosnya jadi turun dan aku bisa melirik tetek milik Okta. Luar biasa, sekilas saja aku bisa pastikan tetek milik Okta masih kencang.

“Eh nakal ya,…” aduh ketahuan deh. Okta segera bangkit dan menutup leher kaosnya. Aku nyengir-nyengir saja. Tapi dia nggak serius tuh marahnya, Okta malah senyum-senyum malu sambil memaksakan diri melotot.
“Ntar aku bilangin Merry lho, mas suka ngintip” ancamnya lagi.
“Ah bukannya kamu yang suka ngintip kalo aku pas tidur sama Merry”, aku balikan kata sambil menyalakan printer. Memang Okta pernah ketahuan ngintip pas aku sedang minta jatah biologis sama Merry.

“Nih ” empat lembar naskah itu sudah tercetak dan aku serahkan sama Okta.
“Trims ya mas,…. Jadi nggak pijit nya ?”
“Oh ya jadi dong,…”

Aku tiduran di ranjang dan Okta memijiti punggungku. Pintu aku tutup tapi nggak aku kunci. Aku melepaskan baju yang aku pakai, aku bilang takut kusut. Pijatan Okta terasa enak sekali malah seperti sudah prof. Dari leher sampai pinggang diurut dengan seksama.

“Ta,… kamu cerita sama Iwan (pacarnya Okta) nggak ?” tanyaku membuka kebisuan.
“Cerita apa ?”
“Tentang yang kamu intip itu”
“Ah ya enggak dong ”
“Bener ?”
“Iya,..!!!”

Dua puluh menit aku dipijitin sama si Okta lalu dia mengeluh capek. Aku menawarakan diri untuk gantian pijit.

“Ah enggak ah, geli,…”.
“Tapi enak lho Ta percaya deh” mulanya dia nolak tapi akhirnya mau juga.

Aku bangkit sambil aku geser dia untuk naik ke ranjang. Aku pijit mulai dari lehernya lalu turun ke punggung dan pinggang. Aku perhatikan paha bagian belakang Okta mulusnya bukan main, putih lagi.

“Ta kamu pernah nggak main sama Iwan ?” aku beranikan diri untuk masuk ke dalam topik yang rada ngeres.
“Main apaan ?”
“Main kayak aku sama Merry”
“Ehm,… mulai aneh-aneh ya,…”
“Cuma nanya kok ”
“Kalo pernah kenapa dan kalo belum pernah juga kenapa ?”
“Yah nggak apa-apa, cuma pingin tahu aja, kamu tahu aku sama Merry, aku juga kepingin tahu kamu dengan Iwan”

“Nggak ah,… nggak aku jawab”
“Ah berarti pernah nih”
“Lho kok bisa ambil kesimpulan?”
“Iya biasanya kalo belum pernah pasti jawabnya tegas belum”
“Terus, kalo aku sudah pernah main sex begitu sama Iwan kenapa juga”
“Yah,… barangkali,….” Aku sengaja nggak nerusin kata-kataku.
“Barangkali apa ?!”
“barangkali aku boleh coba”
“Ah nggak mau,….”
“Kenapa,…”
“Aku takut, punya mas besar sekali”
“Justru yang besar itu yang enak tahu “

“Ah masak ?” Okta memutar badannya dari yang tadinya telungkup jadi telentang. Aku nggak buang waktu lagi, aku segera menindihnya. Okta gelagepan ketika aku serang teteknya yang membuat aku penasaran dari tadi. Aku ciumi lehernya sampai dia terengah-engah kehabisan nafas. Ketika aku dapatkan bibirnya tanganku mulai melepasi kaos dan celana pantai sekalian cd-nya. Aku tangkap gundukan daging di selangkangannya dan dengan jari tengahku aku gosok lipatan dagingnya yang sudah becek dengan lendir. Okta jadi Ahhh uhhhh sambil menggelinjang ke kanan dan ke kiri. “Ngentot Memek ABG HOT”

Tiba tiba Okta jadi buas, ia mendorong tubuhku dan duduk diatas perutku membelakangi aku. Dengan terburu-buru ia melepaskan ikat pinggang celana yang aku pakai. Aku ngeri takut kalau resleting celanaku makan korban. Dan sebentar saja Okta sukses menurunkan celana yang aku pakai sebatas lutut. Dan bongkahan daging yang sedari tadi sudah membengkak diselangkanganku menyembul keluar. “Ngesex Perawan Binal”

Okta meremasnya kuat-kuat sebelum ia memundukkan pantatnya ke arah mukaku dan “slup” bongkahan dagingku itu sudah masuk dalam mulutnya. Nggak nyangka, Okta yang selama ini aku kira diem eh ternyata,…. Boleh juga permainannya.

Aku juga nggak tinggal diam, memiaw Okta yang hampir tanpa bulu itu sudah terpampang didepan mukaku dan aku hisap serta jilati sepuasnya. Lidahku aku julurkan mencoba menerobos ke dalam lobang memiaw Okta. Sejenak ia melepaskan kulumannya dan menengadah sambil merancu “Ehhh lagi mas ehhh terus terus yah yang itu ehhhh” ….

Aku nggak tahan lagi didiemin barangku. Segera aku dorong pantat Okta sehingga ia telungkup lagi dan aku arahkan rudal scottku ke balik pahanya.

“Agak diangkat dikit dong Ta” pintaku supaya Okta agak nungging. Ia menuruti sambil membuka selangkangannya lebih lebar. Dan aku mulai membenamkan rudalku dalam memiawnya. Ia meringis dan katanya punyaku lebih besar dari pada milik si Iwan. Tapi ketika aku mulai membenamkan lebih dalam lagi Okta melotot dan mengaduh kesakitan. Mungkin karena ia baru pertama kali ini mendapatkan the real penis macam punya aku. Aku diamkan sebentar sambil menenangkan Okta. Kalau gara-gara ini akhirnya di cancel wah rugi dong aku.

Aku mulai pelan pelan menarik dan membenamkannya lagi sampai Okta terbiasa. Nggak seberapa lama kok, lima enam kali memiaw Okta sudah bisa adaptasi dengan punyaku. Meskipun begitu lobang memiaw Okta masih terasa menggenggam batang dagingku erat sekali. Jadi ingat rasanya seperti pertama aku memperawani si Merry dulu. Nggak sampai sepuluh menit Okta sudah kejang melepaskan orgasmenya yang pertama. Ah dasar pemula sih. Aku berhenti sejenak disaat aku sudah sampai pada tujuh puluh lima persen hampir orgasme.

Aku bangkitkan lagi gairahnya dengan meremas kedua puting tetek Okta dari belakang. Berhasil, Okta mulai menggoyangkan lagi pantatnya dan aku nggak buang waktu lagi, aku segera mengayunkan ke depan dan kebelakang mengimbanginya. Okta orgasme sampai empat kali sebelum yang kelimanya aku dan Okta orgasme bareng-bareng. Aku hamburkan semua spermaku dalam memiaw Okta yang berdenyut kuat dan aku tertidur.

Aku bangun sekitar pukul setengah sembilan dengan kemaluan masih menancap dalam memiaw Okta. Aku bangunkan dia dan,… asiknya si Okta jadi minta lagi. Malam itu aku ganti ganti style mulai dari frontal, berdiri, doggy style juga dengan duduk diatas kursi. Aku bermalam di tempat kost itu kali ini bukan di kamar Merry tapi di kamar Okta. Aku jadi nggak kesepian lagi meski Merry ke Bromo sampai empat hari dan empat hari itu aku dan Okta menggunakan kesempatan sebaik-baiknya. “Ngesex Perawan Binal”

Okta pindah kost setelah dua minggu sejak itu. Tempat kost baru Okta sejenis dengan tempat kost sebelumnya bebas keluar masuk. Aku dapat dua jatah satu dengan Merry satu lagi dengan Okta. Terus terang aku lebih suka main dengan Merry yang lebih prof daripada Okta. Beberapa hal yang aku suka pada tubuh Okta adalah memiawnya yang nggak terlalu banyak bulu dan teteknya yang begitu ranum, sedang yang aku suka pada Merry adalah teknik main sexnya yang luar biasa. Sorry nggak sempat aku ceritakan disini, mungkin lain kali. Buat Iwan aku minta maaf telah melanggar kebunmu, habis menurut Okta kamu kurang bersungguh-sungguh dan selalu ketakutan dengan kehamilan. Kan ada tekniknya supaya nggak hamil tanpa harus ketakutan.

Situs cerita sex terbaru, cerita dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, cerita xxx terbaru, cerita sex dewasa, cerita dewasa bugil, cerita abg dewasa, cerita abg ngentot, cerita tante sex, cerita ngentot, cerita seks sedarah, cerita bokep, sex ditempat umum, cerita sex anak, cerita sex hot, cerita hot janda, cerita sex ibu, cerita sex sedarah, cerita sex terbaru, cerita hot dewasa, cerita dewasa tante, cerita dewasa panas, cerita sex mesum.

itil review