Cerita Sedarah Bercinta Dengan Adik Kandung

itil service

Sex Nafsu - Kumpulan Cerita Seks Dewasa Terbaru, Cerita Mesum ABG Hot, Cerita Ngentot Janda Seru, Cerita Panas Tante Girang, Cerita Sex Bergambar 2017 || Cerita Sedarah Bercinta Dengan Adik Kandung. Baca juga kisah menarik sebelumnya yang tak kalah seru untuk di baca : Cerita Seks Gairah Dokter Klinik Cantik.

Cerita Sedarah Bercinta Dengan Adik Kandung

Heni, 21 tahun, adalah mahasiswi dari salah satu Perguruan Tinggi cukup ternama di Bandung. Sangat cantik, kulit putih, tinggi badan sekitar 165 cm mungkin lebih, buah dada tidak terlalu besar tapi terlihat kenyal dan menantang dibalik kaos atau kemeja ketat yang suka dia pakai. Di kampus, Heni berpacaran dengan seniornya, Randy, 25 tahun. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Cantik dan ganteng. Usia hubungan mereka yang sudah cukup lama, juga karena gaya hidup mereka yang bisa dibilang bebas, mereka sudah sering melakukan hubungan badan.
Cerita Sedarah Bercinta Dengan Adik Kandung
Cerita Sedarah Bercinta Dengan Adik Kandung

“Heni, aku pengen nih?” kata Randy berbisik kepada telinga Heni suatu saat di kantin kampus.

“Dasar.. Kamu kan sudah aku kasih semalam,” ujar Heni sambil mencubit tangan Randy.

“Tapi sekarang aku horny, nih…” ujar Randy sambil mengusap selangkangannya.

“Ini kan masih di kampus.. Emangnya mau main di kantin sini?” tanya Heni sambil menatap Randy.

“Kita ke aula, yuk!” ajak Randy sambil tersenyum.

“Kita tidak usah main, isepin saja punya aku, ya…” pinta Randy.

Heni tersenyum sambil bangkit. Setelah membayar jajanannya, mereka bergegas menuju aula yang memang selalu sepi kalau hari biasa. Mereka tidak langsung masuk, tapi sebentar melihat dulu situasi yang ada. Setelah dinilai aman, mereka segera masuk. Lalu mereka langsung menuju balik panggung podium. Randy menarik tangan Heni agar mendekat. Lalu sambil mengecup bibir Heni, Randy membuka sabuk dan resleting celananya. Setelah itu diperosotkan celananya sampai lutut.

“Ayo dong, sayang.. cepat isep,” pinta Randy tak sabar.

Terlihat celana dalam bagian depannya sudah menggembung. Heni tersenyum lalu berjongkok.

“Tidak sabaran amat sih,” ujar Heni sambil mengelus celana dalam Randy yang menggembung.

Sejurus kemudian diperosotkan celana dalam Randy sampai lutut. Kontol Randy yang sudah tegang dan tegak lalu dikocoknya perlahan sambil sesekali ujung lidah Heni menjilat lubang kontol Randy.

“Uhh…” Randy mendesah sambil menatap wajah Heni.

Tak lama mulut Heni sudah penuh mengulum kontol Randy yang besar. Jilatan dan hisapan serta kocokan tangan Heni membuat Randy terpejam dan memompa pelan kontolnya di
mulut Heni.

“Ohh.. Terus sayangg.. Ohh…” desah Randy.

Selang beberapa menit, tubuh Randy mengejang. Didesakannya kepala Heni ke selangkangannya. Kontolnya agak ditekan dalam-dalam ke mulut Heni. Lalu.. Crott! Crott! Crott! Air mani Randy keluar di dalam mulut Heni. Heni dengan mendongak menatap Randy sambil menelan semua air mani Randy di mulutnya. Sambil tersenyum Heni bangkit berdiri lalu memeluk dan melumat bibir Randy. Randypun dengan hangat membalasnya..

“Sudah puas?” tanya Heni sambil merapikan pakaian Randy.

Randy tersenyum lalu mengecup bibir Heni. Merekapun keluar aula..

Suatu hari selesai jam kuliah, Randy mengantar Heni pulang. Setiba di rumah, adik kandung Heni, Anton, sedang menonton televisi.

“Kamu tidak sekolah, Ton?” tanya Heni sambil duduk di depan adiknya itu.

“Males ah.. Aku bolos hari ini?” kata Anton santai sambil tiduran di kursi dan menaikkan satu kakinya ke sandaran kursi.

“Gila kamu!” hardik Heni.

Anton tetap diam tak memberikan reaksi sambil terus menonton televisi.

“Nik, aku pulang dulu ya?” kata Randy.

“Aku harus ketemu teman nih.. Sudah janji,” kata Randy sambil bangkit lalu menghampiri Heni.

“Iya deh.. Jangan nakal ya?” kata Heni.

“Iya…” kata Randy sambil mengecup pipi Heni.

“Aku pulang dulu ya, Ton…” kata Randy.

“O, iya…” kata Anton sambil tersenyum sementara kakinya tetap naik di sandaran kursi.

Randypun segera pulang.

“Mama kemana sih,” tanya Heni.

“Tadi sih bilangnya mau ke Mall beli sesuatu,” kata Anton.

Mereka terdiam sambil menonton acara di televisi. Tiba-tiba mata Heni menoleh ke Anton ketika adiknya itu menggaruk pahanya karena gatal. Dan dengan santai, Anton menggaruk pahanya terus sampai ke pangkal paha. Celana pendeknya ikut naik seiring garukan tangan.

Heni sebetulnya merasa biasa saja melihat hal itu. Tapi ketika tangan Anton agak lama menggaruk selangkangannya, mata Heni melihat sebagian celana dalam Anton menyembul.
Terutama bagian depan celananya yang jadi perhatian Heni. Entah perasaan apa yang datang dalam hati Heni, yang jelas mata Heni terus tertuju ke arah selangkangan Anton walau Anton sendiri sudah selesai menggaruk dan merapikan celana pendeknya.

“Kenapa sih kamu melototin celana aku?” tanya Anton mengagetkan Heni.

“Eh.. Ihh! Aku tidak lihat apa-apa kok,” kata Heni sambil memalingkan wajahnya dan pura-pura menonton televisi lagi.

“Kamu tuh horny ya lihat aku garuk selangkangan?” kata Anton sambil tertawa.

“Yee..!!” teriak Heni lalu tertawa sambil melempar Anton dengan bantal. Anton juga tertawa.

“Eh, kamu sudah pernah begini tidak dengan si Randy?” tanya Anton sambil menyelipkan jempol tangannya diantara telunjuk dan jari tengah.

“Kamu nanya apaan sih? Tau ah!” kata Heni sambil melotot.

“Aku kan cuma nanya…” kata Anton tenang.

Heni bangkit lalu menghampiri Anton. Diambilnya bantal lalu dipukulkannya ke wajah Anton.

“Nakal kamu ya!” kata Heni sambil tertawa dan terus memukulkan bantal.

Antonpun tertawa sambil mencoba merebut bantal. Ketika sudah terebut, ditariknya bantal tersebut sampai Heni ikut terjatuh menimpa badan Anton di kursi. Sesaat Tubuh Heni berada di atas tubuh Anton. Entah kenapa perasaan Heni yang tadi datang tiba-tiba datang lagi ketika tubuhnya berada di atas tubuh Anton. Apalagi ketika wajah mereka sangat berdekatan hampir bersentuhan. Mereka saling bertatapan sambil diam.

Entah gairah seperti apa yang menuntun bibir Heni mengecup dan melumat bibir Anton. Antonpun dengan hangat membalas ciuman kakaknya itu. Tangan Anton dengan lembut mengusap punggung Heni lalu turun dan mulai meremas pantat Heni. Mereka berdua terus menikmati ciuman demi ciuman dengan mata terpejam dan nafas mulai memburu.

“Pindah yuk?” bisik Heni.

“Kamar siapa?” tanya Anton.

“Kamar kamu,” bisik Heni lagi.

Mereka segera bangkit lalu menuju kamar Anton. Anton, waktu itu 17 tahun, masih duduk di bangku SMA. Wajah ganteng, malah mirip dengan Heni. Sebagai pemuda yang mulai masuk pubertas, obsesinya terhadap seks sangat besar. Mulai dari bacaan, majalah dan film porno banyak dia koleksi. Di kamarnyapun banyak tertempel poster-poster porno. Di dalam kamar, mereka kembali berciuman di atas ranjang. Elusan, rabaan, dan remasan pada tubuh masing-masing sudah mulai gencar dilakukan. Anton yang baru pertama kali menyentuh wanita terlihat sangat agresif. Tangannya segera melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh Heni. Kemudian Anton melepas pakaiannya sendiri.

“Ohh, Ton…” desah Heni ketika lidah Anton menjilati puting susunya sambil tangannya yang satu meremas buah dadanya. Anton terus memainkan buah dada Heni dengan lidah dan tangannya sementara kontolnya yang sudah tegak digesek-gesekannya ke memek Heni.

“Uhh.. Sshh…” desah Heni sambil terpejam ketika lidah Anton turun menuruni perut lalu mulai menyusuri dan menjilati selangkangannya.

“Ooww.. Mmhh…” desah Heni makin keras ketika belahan memeknya terasa hangat dan nikmat waktu lidah Anton menjilatinya. Tubuh Heni agak melengkung merasakan nikmat ketika lidah Anton menjilati kelentitnya.

“Ohh.. Cepat masukkan, Ton.. Cepatlahh…” desah Heni.

Anton menurut. Setelah mengelap mulutnya yang basah oleh cairan memek Heni, Anton segera mengangkangi tubuh Heni. Diarahkan kontolnya ke lubang memek Heni. Tangan Heni segera memegang dan membimbing kontol Anton agar bisa masuk ke memeknya. Setelah Anton menekankan kontolnya, bless.. cleb.. cleb.. Kontol Anton sudah mulai keluar masuk memek Heni. Mata Anton terpejam sambil terus menyetubuhi Heni.

“Mmhh…” desah Anton di sela-sela genjotannya.

“Ohh.. Teruss.. Teruss.. Mmhh…” desah Heni sambil memeluk tubuh adiknya itu. Anton terus memompa.

“Mmhh.. Aku capek…” bisik Anton.

“Gantian…” bisiknya lagi.

Heni mengangguk sambil tersenyum. Anton mencabut kontolnya lalu merebahkan badannya. Heni langsung bangkit lalu naik ke atas tubuh Anton dan mengarahkan lubang memeknya ke kepala kontol Anton. Kemudian dengan mata terpejam sambil memeluk tubuh Anton, pinggul Heni bergerak naik turun sesekali berputar dan menekankan memeknya keras ke kontol Anton. Desahan-desahan kenikmatan memenuhi kamar Anton yang memang sudah terhias dengan poster-poster porno menambah suasana romantis adik kakak kandung tersebut. Tak lama gerakan Heni makin cepat dan keras, tangannya mencengkram pundak Anton. Dengan mata terpejam terdengar desahan panjang dari mulut Heni.

“Ohh.. Uuhh…” desah Heni sambil mendesakkan memeknya ke kontol Anton lebih dalam.
Kemudian tubuh Heni lemas.

“Sudah?” tanya Anton.

Heni mengangguk sambil tersenyum lalu turun dari badan Anton. Anton segera menaiki lagi tubuh Heni. Kembali kontolnya keluar masuk memek Heni lebih hebat karena Anton ingin segera mendapat kepuasan. Semakin lama gerakan Anton semakin cepat, sampai akhirnya dengan cepat Anton mencabut kontolnya dari memek Heni. Kemudian disodorkan kontolnya ke mulut Heni. Setelah sedikit mengelap kontol Anton yang basah, Heni segera menghisap kontol Anton sambil mengcocoknya. Tak lama kemudian Heni merasakan kontol Anton berdenyut dan terasa ada cairan hangat dan asin di lidahnya yang keluar dari kontol Anton.

Anton mengejang ketika air maninya menyembur di dalam mulut Heni. Heni dengan tenang menelan semua air mani Anton, lalu menjilati sisa air mani yang ada di kepala kontol Anton sampai bersih. Anton merebahkan tubuhnya di samping tubuh Heni.

“Kamu hebat,” puji Heni.

Anton tersenyum sambil mengecup pipi Heni. Kemudian mereka bangkit lalu berpakaian.

Sesuai dengan cerita dari Heni, persetubuhan dengan Anton berlangsung sampai sekarang walau Heni sudah menikah dengan Randy dan dikaruniai 2 orang anak. Bahkan menurut Heni juga, satu hari menjelang pesta pernikahan dengan Randy, dia dan Anton sengaja menyempatkan diri pergi ke hotel dan menumpahkan semua kasih sayang disana selama beberapa jam sebagai tanda hadiah perkawinan. Anton juga sekarang sudah menikah, dikaruniai 1 orang anak.

Tamat

Situs cerita sex terbaru, cerita dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, cerita xxx terbaru, cerita sex dewasa, cerita dewasa bugil, cerita abg dewasa, cerita abg ngentot, cerita tante sex, cerita ngentot, cerita seks sedarah, cerita bokep, sex ditempat umum, cerita sex anak, cerita sex hot, cerita hot janda, cerita sex ibu, cerita sex sedarah, cerita sex terbaru, cerita hot dewasa, cerita dewasa tante, cerita dewasa panas, cerita sex mesum.

itil review